Senin, 07 Mei 2012

[kisah] 9 Mimpi Nabi Muhammad SAW

Daripada Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Israqkan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerunkan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang diperbuat daripada api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SOLATNYA YANG KHUSUK DAN TIDAK MENUNJUK-NUNJUK telah melepaskannya dari seksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan binggung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku cuba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.


cr : kutipan temen FB @Akhmad Haris Habibie

KISAH NYATA : AKHIR HAYAT PENGGEMAR MUSIK DAN PENCINTA AL QUR'AN

cr :Saif Al Battar

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”
Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
 
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.
Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.
Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.
Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.
Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.
Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya…
Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.
Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.
Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.
Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.
Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.
Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.
Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.
“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.
Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.
Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.
Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.
Sampai di rumah sakit…
Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.
Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.
Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
 
Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.
Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.
Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.
“Dengan nama Allah dan atas ngama Rasulullah”.
Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…

Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…
(Azzamul Qaadim, hal 36-42)

Sumber : [“Saudariku Apa yang Menghalangimu Untuk Berhijab”; judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]

Sabtu, 14 April 2012

[about me] Mau Ujian Nasional


Huaaaarrttt...

sebel bgt dahh... dikit lagi UN, rasanya baru kemaren kelas satu SMA.. mama...
ga tau mau ngomong apa, perasaannya kacau balau.. GALAU gitu dah... :((

Doa'in yaa.. moga-moga aku lulus dengan nilai yang memuaskan.. amiinn..


Jumat, 03 Februari 2012

BEASISWA ETOS

Persyaratan Umum:

  1. Lulus SMA/sederajat dan akan masuk Perguruan Tinggi melalui jalur seleksi masuk PTN jalur regular
  2. Diterima pada PTN dan jurusan yang direkomendasikan Beastudi Etos (Daftar PTN dan jurusan yang direkomendasikan dapat dilihat dibawah ini.

Persyaratan Khusus :

  1. Berasal dari keluarga tidak mampu
    1. Melampirkan surat keterangan tidak mampu dan slip gaji/surat keterangan penghasilan orang tua dari ketua RT/DKM setempat
    2. Daftar riwayat hidup yang bisa didapat di asrama Beastudi Etos maupun di-download disini.
      1. Mengisi dan menandatangani akad Beastudi Etos (bisa di-download disini)
        1. Fotokopi raport SMA semester 1-5, Kartu Keluarga, KTP atau kartu pelajar dan STTB bagi yang telah lulus SMA/sederajat
        2. Foto terbaru 4 x 6, 2 lembar
        3. Foto rumah (tampak keseluruhan, ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur)
          1. Membuat tulisan tentang kisah perjalanan hidup sepanjang minimal 2 halaman folio (tulis tangan)

Tahap-Tahap Seleksi :

  1. Seleksi Administrasi,
  2. Seleksi Tulis dan Wawancara,
  3. Home Visit, Lolos di PTN dan jurusan rekomendasi Beastudi Etos melalui jalur regular
  4. Ranking Nasional

Waktu Pendaftaran : 30 Desember – 18 Maret 2012

DAERAH PROGRAM

Universitas Syiah Kuala

Agronomi, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Imu Hukum, Manajemen, Matematika, Teknik Kimia, Teknik Sipil, Agribisnis, Akuntansi, Biologi, Fisika, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Kelautan, Ilmu Keperawatan, Ilmu Tanah, Kedokteran, Kedokteran Hewan, Kimia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Fisika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan Kimia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, Produksi Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknik Arsitektur, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian

Universitas Sumatera Utara

Antropologi Sosial, Ekonomi Pembangunan, Farmasi, Ilmu Hukum, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Tanah, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Kimia, Pemuliaan Tanaman, Sastra Arab, Agribisnis, Akuntansi, Biologi, Fisika, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu dan Teknologi Pangan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komputer, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Kehutanan, Manajemen, Matematika, Peternakan, Psikologi, Sastra Inggris, Sejarah, Sosiologi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Sipil.

Universitas Andalas

Agronomi, Akuntansi, Antropologi Sosial, Biologi, Ekonomi Pembangunan, Farmasi, Fisika, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Politik, Ilmu Sejarah, Ilmu Tanah, Kesehatan Masyarakat, Kimia, Manajemen, Matematika, Nutrisi dan Makanan Ternak, Pemuliaan Tanaman, Pendidikan Dokter, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Produksi Ternak, Sastra Daerah untuk Sastra Minangkabau, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Minangkabau, Sejarah, Sosial Ekonomi Pertanian, Sosial Ekonomi Peternakan, Sosiologi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Pertanian, Teknik Sipil, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Ternak.

Universitas Indonesia

Akuntansi, Antropologi, Arkeologi, Arsitektur, Biologi, Farmasi, Fisika, Geografi, Ilmu Administrasi Fiskal, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Ekonomi, Ilmu Filsafat, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komputer, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Politik, Ilmu Sejarah, Kimia, Kriminologi, Manajemen, Matematika, Psikologi, Sastra Arab, Sastra Belanda, Sastra Cina, Sastra Daerah untuk Jawa, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jerman, Sastra Jepang, Sastra Rusia, Sastra Perancis, Sistem Informasi, Sosiologi, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Komputer, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Metalurgi dan Material, Teknik Perkapalan, Teknik Sipil.

Institut Pertanian Bogor

Agribisnis, Agronomi, Agronomi dan Hortikultura, Arsitektur Lansekap, Biokimia, Biologi, Budidaya Perairan, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fisika, Hortikultura, Ilmu dan Teknologi Kelautan, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Ilmu Gizi, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Keluarga dan Konsumen, Ilmu Komputer, Ilmu Tanah, Kedokteran Hewan, Kimia, Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Konservasi Sumberdaya Hutan, Manajemen, Manajemen Hutan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Matematika, Meterologi, Nutrisi dan makanan ternak, Nutrisi dan Teknologi Pangan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pemuliaan tanaman dan Teknologi Benih, Proteksi Tanaman, Silvikultur, Sosial Ekonomi Perikanan, Sosial Ekonomi Peternakan, Sosial Ekonomi Pertanian, Statistika, Teknologi Pertanian, Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Teknologi Hasil Hutan, Teknologi Hasil Perairan, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan, Teknologi Produksi Ternak

Institut Teknologi Bandung

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknologi Industri, Sekolah Farmasi, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

Universitas Pajajaran

Akuntansi, Antropologi Sosial, Biologi, Budidaya Pertanian, Farmasi, Fisika, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Peternakan, Ilmu Sejarah, Ilmu Tanah, KEdokteran, Kimia, Manajemen, Manajemen Sumberdaya Perairan, Matematika, Pemuliaan Tanaman, Kedokteran Gigi, Perikanan, Produksi Ternak, Sastra Arab, Psikologi, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Jerman, Sastra Rusia, Sosial Ekonomi Pertanian, Statistika, Geologi, Teknik Pertanian, Teknologi Pangan

Universitas Diponegoro

Administrasi Publik, Akuntansi, Arsitektur, Biologi, Budidaya Perairan, Ekonomi Pembangunan, Fisika, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hukum, Ilmu Kelautan, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Informatika, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sejarah, Kimia, Manajemen, Manajemen Sumberdaya Perairan, Matematika, Oseanografi, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Perencanaan Wilayah dan Kota, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Statistika, Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Perkapalan, Teknik Sipil, Teknologi Hasil Perikanan, Teknik Geodesi, Peternakan

Universitas Gajah Mada

Agronomi, Akuntansi, Antropologi Budaya, Arkeologi, Arsitektur, Biologi, Budidaya Hutan, Budidaya Perikanan, Budidaya Pertanian, Budidaya Perairan, Elektronika dan Instrumentasi, Farmasi, Fisika, Geofisika, Geografi dan Ilmu Lingkungan, Gizi Kesehatan, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu dan Industri Peternakan, Ilmu Fisika, Ilmu Geografi, Ilmu Ekonomi, Ilmu Filsafat, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Komunikasi, Ilmu Komputer, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sejarah, Ilmu Sosiatri, Ilmu Tanah, Kartografi dan Penginderaan Jauh, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Kimia, Konservasi Sumberdaya Hutan, Manajemen, Manajemen Hutan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, Matematika, Mikrobiologi Pertanian, Nutrisi dan Makanan Ternak, Pembangunan Wilayah, Pemuliaan Tanaman, Pendidikan dokter, Pendidikan Dokter Gigi, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Perencanaan Wilayah dan Kota, Produksi Ternak, Psikologi,, Sastra Arab, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jawa, Sastra Jepang, Sastra Perancis, Sastra Roman, Sosial Ekonomi Pertanian (Agribisnis), Sosial Ekonomi Peternakan, Sosiologi, Statistik, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Geodesi, Teknik Geologi, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Pertanian, Teknik Nuklir, Teknik Sipil, Teknologi Hasil Hutan, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian

Universitas Airlangga

Akuntansi, Antropologi Sosial, Biologi, Budidaya Perairan, Ekonomi Islam, Ekonomi Pembangunan, Fisika, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Farmasi, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmy Hukum, Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik, Ilmu Sejarah, Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Kimia, Manajemen, Matematika, Pendidikan Dokter, Psikologi, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sosiologi

Institut Teknologi Sepuluh November

Arsitektur, Biologi, Desain Produk, Desain Produk Industri, Fisika, Kimia, Matematika, Perencanaan Wilayah dan Kota, Sistem Informasi, Statistika, Teknik Elektro, Teknik Fisika, Teknik Geodesi, Teknik Geomatika, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Kelautan, Teknik Kimia, Teknik Lingkungan, Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan

Universitas Brawijaya

Akuntansi, Arsitektur, Biologi, Budidaya Perairan, Budidaya Pertanian,, Ekonomi Pembangunan, Fisika, Hortikultutra, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Gizi, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Komputer, Ilmu Komunikasi, Ilmu Tanah, Kimia, Manajemen, Manajemen Sumberdaya Perairan, Matematika, Nutrisi dan Makanan Ternak, Pemanfaatan Sumberdya Perikanan, Pemuliaan Tanaman, Pendidikan dokter, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Perencanaan Wilayah dan Kota, Peternakan, Produksi ternak, Sastra Inggris, Sosial Ekonomi Perikanan, Sosial Ekonomi Pertanian, Sosial Ekonomi Peternakan, Statistika, Teknik Arsitektur, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Pengairan, Teknik Pertanian, Teknik Sipil, Teknologi Hasil Perikanan, Teknik Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Ternak, Teknologi Industri Pertanian,

Universitas Hasanuddin

Agronomi, Akuntansi, Antropologi, Arkeologi, Arsitektur, Biologi, Budidaya Perairan, Ekonomi Pembangunan, Farmasi, Fisika, Geofisika, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Ilmu Hubungan Internasional, Ilmu Hukum, Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komunikasi, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik, Ilmu Sejarah, Ilmu Tanah, Kedokteran, Kimia, Manajemen, Manajemen Hutan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Matematika, Nutrisi dan Makanan Ternak, Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Pendidikan dokter gigi

Universitas Mulawarman

Akuntansi, Biologi, Budidaya Perairan, Budidaya Pertanian, Ilmu Administrasi Negara, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Ilmu Pemerintahan, Ilmu Sosiatri, Kimia, Manajemen, Manajemen Hutan, Manajemen Sumberdaya Perairan, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah, Pendidikan Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Dokter, Pendidikan Kimia, Pendidikan Fisika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Sosial Ekonomi Perikanan, Teknologi Hasil Hutan

dari berbagai sumber

Rabu, 01 Februari 2012

Bila Rasa Ini Tak Tersampaikan

Gimana sih rasanya cinta bila cinta itu bertepuk sebelah tangan? pasti rasanya sakit kan? dalem gitu... sesuatu deh pokoknya.

nah.. ada beberapa tips dari ku untuk si Dia yang cintanya tak tersampaikan. check this out !

1. Jangan liat mukanya.
kenapa? karena klo liat mukanya itu bisa ngingetin masa lalu kamu sama dia.. ya ga seehh..Jangan biarkan fikiranmu terfokus terus ke dia. sekali-kali kalau dia lewat dan tanpa sengaja kamu lihat dia namun dia ga liat kamu,,, buang deh jauh-jauh tuh muka. :D

2. Sibukin Aktifitas
kenapa?? Nahh.. ini dia JURUS JITU nya biar ga inget lagi sama si dia. karena, dengan ini kamu bisa dengan mudah melupakannya dengan menambah aktifitas baru yang lebih menyenangkan. karena kesibukan kamu itu, kamu bakal enjoy dengan kamu yang sekarang itu, yaahh walau itu capek, kalau bisa cari aktifitas baru yang menyenangkan, seperti bernyanyi, main alat musik, olahraga, NGERJAIN PR sekolah (-.-), chatting sama temen. pokoknya yang seru2 deh..

3. Banyakin Temen
kenapa? YA iyaa laahh.. temenn itu segalanya. bila hidup di dunia tanpa temen, HAMPA sekali.. temen itu adalah tempat yang bisa menolong kita, tempat tumpahnya curhatan hati, tempat gokil-gokilan, tempat yang buat kamu kesel, seneng, sedih, asik. dan semua yang kamu inginkan bisa tercurahkan. Wahh.. klo di jelasain semua kgak bakal selesai. pokoknya temen itu segalanya. makanya, cari banyak teman, dengan itu kamu bisa bebes dan dapat lupakan si dia. :D

4. Bantuin Ortu !!
kenapa? Kawan, fikiran kamu bakal terfokus sama pekerjaan rumah yang ortu suruh, dengan begitu di fikiran kamu bakal bilang "takut di marahin mami, jadi harus selesai nih" nah... pastinya kamu dengan mudah melupakan dia, ya ga sih... klo ga, ketahuan tuh klo jarang bantu ortu yaa.. yah,, ngapain kek ! beresin buku di rak, lap kaca, ato apa kek masa semua di kerjain mbok sih?

5. Nangis !!
kenapa? Nahh.. justru itu kawan. dengan menangis kita bisa plong ! karena menangis adalah suatu curahat hati seseorang yang tidak dapat di ungkapkan dengan kata-kata, tapi dengan menangis bisa menjawab semua. :)

6. PUNYA SEMANGAT HIDUP
kenapa? INI diaaa.... kita masih punya cita-cita kawan. masih punya masa depan yang menanti. mangapain mikirin si dia, emang dia mikirin kita? (hahaah,, emosi :P) dengan begitu, kamu akan tersenyum semangat dan berhenti untuk mengingatnya. SEMANGAAT..
tapi ingat, semangat tanpa action sama aja nol !. so, talk less do more. !

7. Selalu ingat dengan yang di atas
kenapa? Kawan, Alloh SWT adalah dzat yang sangat mulia, Maha Esa dan Maha Segalanya. Dia lah yang telah menetukan siapa jodoh kita kelak. so,, ga usah takut, kita pasti punya pasangan kok. pasangan yang pas untuk kita, karena udh di kasih dari sana. hanya cara bertemunya sangat rahasia dan hanya kita yang menjalannkannya. siapa tahu jodoh kita ketemu di angkot?? (ehhehehe,, mudah2an ketemu di Korea) *ngarep.



taraa... itu semua tips nya. mudah-mudahan suka. klo memang mau nambah.. di komen ya.. maaf, klo ada kata2 yang salah. karena tidak ada manusia yang sempurna. :)

[photos] Sekolah ku Tercinta

XI IPA 4 tahun ajaran 2010/2011


PADUAN SUARA


ini gedung tengahnya SMA N 1 Bumiayu

depan kelas
hihih... itu ada pot tugas puring.. (puring malang)


nihh.. masih pagi... asri sekali...

Selasa, 31 Januari 2012

[artikelku] Realita Budaya di Mata Anak

Budaya, berasal dari kata budi dan daya. Budi berarti jasa dan daya berarti usaha. Jadi budaya adalah hasil karya, citra dan karsa manusia. Sebenarnya budaya itu telah melekat di jiwa manusia sejak ia lahir dan mengenal dunia. Arti umum dari budaya adalah kebiasaan yang ada di dalam masyarakat bahkan diri sendiri yang sudah di anggap suatu kewajaran.

Lalu bagaimanakah tanggapan budaya di mata anak, khususnya remaja? Banyak sekali rumors yang menyebar luas tentang arti budaya dan penerapan atau penempatan budaya itu. Disini akan menelusuri, menjelajah dan mempelajari tentang Realita Budaya di Mata Anak, khususnya para remaja.

Budaya itu dapat menjadi suatu ciri khas tersendiri dari suatu daerah bahkan Negara. Contohnya saja budaya Negara Indonesia yang sangat beragam. Mulai dari tari-tarian, nyanyian, wayang, seni rupa dan sebagainya. Namun, ternyata bukan hanya itu saja yang di namakan budaya. Pernahkah Anda mendengar budaya malu? Budaya maaf dan tolong? Ya, budaya tersebut adalah budaya yang mempengaruhi pola pikir dan tingkah laku manusia.

Budaya ini adalah salah satu kebiasaan dari masyarakat Indonesia. Apa iya? Anda harus mengerti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia sangat mengutamakan kesopanan. Apalagi bangsa Jawa asli yang sangat sopan dalam berbicara, berpakaian, bahkan cara menyapa seseorang. Jadi, bila ada salah seorang yang tidak malu dalam cara berpakaian bahkan berbicara berarti orang tersebut telah melangaar norma budaya tersebut. Apakah setiap budaya di setiap daerah sama? Tentu saja tidak. Berbagai macam budaya yang kita kenal pun belum cukup untuk menjawab semua budaya yang ada di dunia ini. Contohnya saja, budaya disiplin yang ada di Jepang jauh beda dengan disiplin di Negara Eropa. Budaya tarian di daerah Jawa pun beda dengan budaya yang ada di Kalimantan, begitupun yang lainnya.

Mempelajari budaya adalah hal terpenting. Mengapa? Karena dengan mempelajari budaya seseorang dapat menjadi budaya tersebut dengan prinsip hidupnya. Artinya, bila seseorang menjadikan suatu budaya menjadi suatu kebiasaan yang akan menumbulkan prinsip diri yang ia anggap hal yang benar. Misalnya, seseorang membiasaakan budaya mengaji atau budaya keagamaan yang ia anggap sebagai hal yang wajar atau kewajiban sehingga prinsip dia adalah selalu mentaati peraturan, tata cara beragama menurut agaman yang ia peluk.

Mempelajari budaya adalah hal yang mudah, hanya saja setiap orang harus mawas diri, karena tidak semua budaya itu baik. Ada sebagian budaya yang berbau negative masih merebak luas di dalam masyarakat. Oleh karena itu, bila ingin bergaul dan menjadi manusia yang normal dan baik akhlak budinya haruslah mengerti dimana budaya itu berada.

Jaman globalisasi saat ini membuktikan bahwa dunia tidak terdapat lagi dinding penghalang. Manusia bisa saja berkomunikasi dengan orang lain yang berada sangat jauh dengannya, misalnya dengan adanya internet. Dengan internet, kita dapat menjelajah dan berkeliling dunia, seperti halnya “dunia di genggaman tangan” yang sudah tak ada lagi hal yang menyulitkan untuk menjangkaunya.

Di jaman globalisasi ini juga, manusia dapat mengenal ras, suku, bangsa dan agama dengan kata lain budaya luar juga dapat di rasakan. Di bagian timur dan barat dunia memiliki adat yang berbeda dan budaya yang berbeda pula. Oleh karena itu dengan adanya globalisasi, proses kulturalisasi atas budaya timur dan barat menjadi satu dan menjadikan budaya-budaya baru bermunculan. Memang tak semua kulturalisasi tersebut menjadikan budaya suatu hal yang negative tapi ada juga yang menjadi budaya itu lebih luas lagi arti dan manfaatnya serta sisi positif bagi masyarakat.

Dari rangkaian di atas dapat di simpulkan bahwa mempelajari budaya harus mengerti dahulu efek-efek yang di timbulkan serta barmanfaatkah pada kehidupan Anda. Oleh karena itu, Anda pasti telah menjalankan hidup dengan budaya, karena hidup tanpa budaya adalah hampa dan gunakan budaya tersebut untuk membuat Anda lebih mengenal dunia.

Oleh : Sarah Nurunnida (32)

XII IPA 2


Recent comments

Blog

 

Shan's Blog Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger